Manusia Purba Di Indonesia

Manusia Purba Di Indonesia –Di bawah ini kami berikan ragam dari Manusia Purba di Indonesia beserta penemunya masing – masing, sebagai berikut :

1 Homo Soloensis

 Merupakan salah satu jenis Manusia Purba dari kelompok Homo yang ditemukan fosilnya pertama kali di wilayah Solo, Pulau Jawa. Tim peneliti di wilayah ini adalah Eungene Dubois dan Van Koenigswald kemudian diteruskan oleh Weidenreich.

Kontribusi dari para peneliti tersebut di atas menjadikan khazanah terhadap jenis – jenis Manusia Purba yang ditemukan di Asia bahkan di dunia.

Adalah aliran Sungai Bengawan Solo merupakan jantung terhadap sebuah kehidupan dari suku – suku primitif di masa lampau di Indonesia. Dengan banyaknya penemuan – penemuan di sepanjang kawasan ini dapat dijadikan sebagai petunjuk tentang kecenderungan Manusia Purba pada zaman dulu yang hidup dalam berkelompok sosial masing – masing yang harus berdekatan dengan sumber mata air. Zaman ini masih belum mengenal adanya sistem irigasi, sehingga seolah – olah memaksa Manusia Purba untuk tinggal tidak jauh dari tempat tinggal dekat sungai / danau / sebuah telaga guna memberikan keuntungan bagi kehidupan yang sedang dijalani oleh Manusia Purba itu sendiri.

2. Adalah Pitecanthropus Robustus

 Merupakan salah satu jenis Pitecanthropus yang dilengkapi oleh sepasang rahang besar. Dengan kelebihan adanya rahang besar tersebut menurut peneliti menjelaskan bahwa mereka mempunyai kegemaran memakan tumbuh – tumbuhan / vegetarian. Fungsi dari rahang yang besar adalah agar di dalam proses mengunyah makanan dari tumbuh – tumbuhan tersebut dapat menjadi lebih sempurna yaitu kuat dan lebih cepat sehingga bahan makanan menjadi lunak lalu dengan mudah ditelan. Bangsa ini lebih suka hidup menyendiri dengan kelompoknya dari sejenis. Nah berikut di bawah ini kami berikan bentuk rupa dari Manusia Purba kelas Pitecanthropus Robustus sebagai berikut :

  1. Memiliki sepasang bentuk rahang yang besar, menunjukkan bahwa ukuran dari kapasitas mulut yang bersangkutan lebih besar dibandingkan manusia zaman sekarang.
  2. Kapasitas mulut yang dimiliki memungkinkan Manusia Purba jenis ini mampu menunjukkan dan memberikan tentang jati dirinya.
  3. Bisa memberikan arti bahwa Manusia Purba kelas Homo ini adalah dipengaruhi oleh kondisi alamiah dari jenis Manusia Modern Indonseia dimana yang membedakan adalah waktu hidup dan bagaimana cara mereka berkomunikasi dalam interaksi sosial di masa itu. Termasuk perlengkapan dan penggunaan alat bantu.
  4. Manusia Purba jenis ini sudah mampu mengedepankan akal dibandingkan insting. Bisa dibuktikan dengan banyaknya peninggalan alat – alat bantu untuk menunjang kehidupan sehari – hari seperti batu, kapak batu, dan perkakas lainnya. Di samping itu pada titik – titik tertentu terhadap temuan Arkeologis, Manusia Purba jenis Homo ini tidak terlalu suka hidup berdekatan dengan sungai seperti membuat pemukiman di pinggir sungai, ini menandakan bahwa Manusia Purba jenis ini membuat tempat tinggal atau rumahnya pada kawasan yang aman dan nyaman tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan sumber air.

3. Pitecanthropus Dubuis

Mengandung arti Manusia Kera yang mampu berjalan tegak ini adalah dari jenis yang meragukan dimana fosilnya ditemukan di daerah Sangiran dengan struktur tulang dan tengkorak bersifat tidak mutlak termasuk ke dalam ciri meganthropus ataupun pithecanthropus. Adalah tim peneliti dari Belanda menemukan fosil mereka untuk yang pertama kali.

Disebabkan ada banyak sekali temuan – temuan di sekitaran daerah Sungai Bengawan Solo maka peneliti dari Belanda lalu membagi lapisan tanah di daerah yang dimaksud menjadi 3 lapisan yaitu sebagai berikut : lapisan jetis dimana pithecanthropus robustus ditemukan atau dikenal juga dengan lapisan pleistosen bawah, dilanjutkan dengan lapisan trinil, dimana ditemukan pithecanthropus erectus, lapisan ini dikenal juga dengan nama lapisan pleistosen tengah, dan lapisan ngandong, dimana pithecanthropus soloensis ditemukan yang dikenal juga dengan nama lapisan pleistosen atas.

Dengan adanya masing – masing karakteristik tersebut di atas, maka meganthropus mempunyai fisik yang sangat kuat dan tegap. Dengan bertempat tinggal di daerah penghasil tumbuhan melimpah dan subur yang merupakan makanan utama mereka maka meganthropus diperkirakan suka hidup berkelompok dan cenderung menetap.

4. Homo Sapiens

 Adalah termasuk ke dalam kelompok Manusia Cerdas yang berasal dari zaman Holosen. Memiliki bentuk tubuh Homo Sapiens sudah mirip sekali dengan bentuk Orang – Orang Indonesia sekarang ini, dimana pada masa – masa itu, golongan Manusia Purba ini sudah mempunyai struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas dalam kelompok kehidupan sosial mereka.

Berdasarkan atas penelitian yang dilakukan dari mancanegara, tidak hanya memiliki bentuk fisik dari Manusia Purba, juga kehidupan sosialnya pun bisa dengan mudah dikaji dan dipelajari melalui penelitian – penelitian. Penelitian yang dilakukan bersifat intens dan membutuhkan jangka waltu panjang.

Homo Sapiens mereferensikan keberadaan dari Manusia Purba adalah sebagai salah satu mahkluk hidup yang mempunyai banyak kelebihan terutama dalam hal akal. Nah jenis Manusia Purba yang satu ini mempunyai ciri – ciri yang menonjol antara lain sebagai berikut :

Memiliki volume otak kisaran antara 1.000 cc s/d 1.200 cc, memiliki tinggi badan antara 130 s/d 210 m, mempunyai otot tengkuk yang mudah mengalami penyusutan, alat – alat kunyah dan gigi juga mudah mengalami penyusutan, muka tidak menonjol ke depan, mampu berdiri dan berjalan dengan tegak, berdagu dan memiliki tulang rahang biasa – biasa saja dan tidak begitu kuat,

Dengan lebih fokus memperhatikan spesifikasi tersebut di atas maka anda bisa mengetahui bahwa jenis Homo Sapiens sudah mahir dalam menggunakan akal sehatnya. Meskipun baru dalam tahap yang sederhana saja, namun jenis ini sudah mampu memiliki karakteristik berburu yang profesional. Tidak hanya pandai dalam mengumpulkan bahan makanan seperti halnya jenis Manusia Purba lainnya, Homo Sapiens juga bisa menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia pada jaman dahulu sudah mampu memiliki beragam adat dan budaya serta ras sesuai dengan Teori Evolusi pada masa sekarang ini yang banyak memunculkan asumsi bahwa Manusia Purba atau Manusia Kera adalah jenis Manusia Biasa hanya saja terdapat perbedaan dalam hal ras. Contohnya adalah ras Asia, Afrika, dan Eropa.

Antar sesama Bangsa – Bangsa di Asia mempunyai keanekaragaman ras dan budaya dimana jika ditelusuri maka menurut peneliti berpendapat bahwa ada hal – hal tertentu didapat melalui para leluhur dari Manusia Purba seperti :

1/Ras Mongoloid berciri kulit kuning langsat, mata sipit dan rambut lurus.

Ras ini selanjutnya menyebar ke Asia Timur yaitu Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara.

2/Ras Kaukasoid merupakan ras manusia berkulit putih bersih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung.

Ras ini penyebarannya ke Eropa dan ada juga ke India Utara (ras Arya), atau ke Yahudi (ras Semit), dan terakhir menyebar ke Arab, Turki, dan daerah Asia Barat lainnya.

3/Ras Negroid, mempunyai ciri yaitu warna kulit hitam, rambut keriting unik, dan bibir tebal.

Penyebaran ras ini adalah ke Australia (ras Aborigin), ke Papua (ras Papua sebagai penduduk asli), dan ke Afrika.

Demikianlah jenis Manusia Purba di Indonesia yang hingga saat ini tertata rapi di Museum Nasional, semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan serta pengetahuan bagi yang menikmati atau membaca.

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *