Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh Hipotesis

Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh Hipotesis – Sebuah penelitian memuat suatu hal yang penting untuk mengetahui tingak pengaruh dari variable yang diteliti. Melalui penelitian, seseorang dapat menelaah kelebihan dan kekurangan suatu hal yang menjadi rumusan masalah.

Sebelum melakukan penelitian, hal penting yang perlu dilakukan adalah menyusun hipotesis. Secara sederhana, Pengertian hipotesis ini dimaknai sebagai dugaan atau prediksi yang dilakukan seorang peneliti.

Dugaan yang dilakukan atau disusun berdasar pada alasan dan dugaan untuk mengetahui gejala-gejala peristiwa, atau masalah yang menjadi titik perhatian pada penelitiannya tersebut. Hipotesis sederhananya dilakukan pada awal dengan menalaah rumusan masalah dan latar belakang penelitian.

Hitotesis digunakan dalam penelitian salah satunya untuk membatasi masalah yang berusaha diselesaikan melalui peneltiian tersebut. Hipotesis juga dapat memberikan pejelasan sementara pada topic yang ada disertai dengan gejala yang terjadi pada permasalahan.

Peneliti mendapatkan rumusan hipotesis dari hubungan pada fakta-fakta yang dilihat secara langsung. Selain itu, fungsi lain hipotesis adalah untuk memberi suatu pernyataan hubungan yang dapat diuji dalam penelitian. Kebenaran hipotesis dalam hal ini akan dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan.

Fungsi lain hipotesis adalah memberikan arah pada penelitian. Hipotesis akan mengarahkan penelitian pada data-data yang dibutuhkan untuk memecahkan persoalan yang sudah tertulis dalam rumusan masalah.

Fakta yang didapatkan dan dijadikan data merupakan fakta yang memiliki kaitan langsung dengan variable dalam penelitian. Maka agar tidak keluar dari zona penelitian yang memecahkan masalah, hipotesis perlu dilakukan untuk kemudian dibuktikan kebenarannya.

Hipotesis dalam penelitian memiliki beberapa jenis yang dapat digunakan dalam penelitian tertentu. Hipotesis dibagi menjadi dua yakni hipotesis nol (Ho) dan hipotesis kerja (H₁).

Hipotesis nol merupakan hipotesis yang tidak menerangkan hubungan antara variable indeenden dan variable dependen. Sementara variable kerja merupakan variable yang menerangkan adanya hubungan antara variable independen dan variable dependen dalam penelitian. Hipotesis H₁ inilah yang biasanya digunakan sebagai dasar penyelidikan dalam penelitian.

Selain itu, ada penggolongan lain hipotesis dalam penelitian. Hipotesis dibagi dalam lima jenis yang terdiri dari hipotesis hubungan, hipotesis perbedaan, hipotesis alternatif, hipotesis common sense, dan hipotesis ideal. Contoh hipotesis kerja yang biasanya digunakan sebagai dasar penelitian.

Baca Juga :

Misalnya dalam penelitian pendidikan yang menggunakan media belajar video untuk materi menulis cerpen pada anak SMP kelas 8. Hipotesis yang muncul adalah “terdapat pengaruh yang signifikan media belajar video pada kemampuan menulis cerpen pada anak SMP kelas 8”.

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *