Pengertian Hacker dan Sejarah Hacker

Pengertian Hacker dan Sejarah Hacker – Yang dimaksud dengan Hacker adalah seseorang yang mempunyai keahlian berhubungan dengan sistem pertahanan komputer dan sistem pemrograman.

Berkaitan dengan sistem pemrograman, dikenal istilah ‘programer’ yang di masa depan mengalami perkembangan dalam hal pengertian dan definisi.

Sedangkan kata ‘Hacker’ mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas sekitar akhir tahun 1950. Selanjutnya sekitar tahun 1970, istilah Hacker diaplikasikan untuk tujuan menjelaskan kepada para ‘revolusioner’ komputer tentang asal – usul para ahli sebagai pendiri perusahaan komputer.

Akhir tahun 1980, Hacker identik dengan tindakan pembajakan terhadap fitur – fitur pengalihan dengan cara menghilangkan proteksi lalu menjualnya kepada yang membutuhkan.

Namun banyak pihak yang senang mengartikan negatif bahwa Hacker dimaksudkan adalah seseorang yang suka menerobos sistem komputer untuk mengumpulkan beberapa informasi, akses menolak, disertai cara – cara menghapus atau mengacaukan suatu sistem komputer.

Sejarah Hacker

Pada tahun 1959, masyarakat luas mulai mengenal istilah Hacker dari sumber yang bernama ‘Massacusetts Institute of Technology’ atau disingkat MIT di Amerika terutama pada beberapa universitas ternama yang terdiri dari sekumpulan orang – orang cerdas tetapi mempunyai kecenderungan tidak percaya terhadap adanya Tuhan / ‘Atheis’.

Berawal dari sebuah ruangan baru yang dikenal dengan istilah ‘EAM Room’ di dalam sebuah ‘Building’ 26 MIT, adalah sebuah tempat yang merupakan jalan untuk menuju ke dunia baru yang saat ini dikenal dengan sebutan komputer merupakan sebuah mesin yang mempunyai multifungsi guna menunjukkan kepada anda bahwa mesin yang bersangkutan mampu membawa anda menuju kepada sumber kebebasan informasi, adalah dunia dari para Hacker sejati.

Tahun 1960, muncul ‘terminologi peretas’ oleh para anggota yang terdiri dari mahasiswa / wi ‘Tech Model Railroad Club’ dengan MIT dimana kelompok mahasiswa / wi tersebut selanjutnya dikenal sebagai perintis perkembangan teknologi komputer yang sehari – hari bergaul dengan sejumlah ‘computer mainframe’.

Pada tahun 1983, istilah Hacker mulai dianggap berkonotasi kurang baik karena FBI berhasil menangkap sekelompok kriminal komputer bernama ‘The 414s’ berbasis di wilayah Milwaukee, Amerika Serikat. Kelompok ini selanjutnya disebut dengan Hacker yang dinyatakan bersalah atas terjadinya pembobolan terhadap 60 buah komputer milik Kantor Pusat Kanker Memorial Sloan – Kettering dan Kantor Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari pelaku tersebut di atas diberikan kekebalan karena adanya testimonial, sedangkan 5 pelaku lainnya diberikan hukuman masa percobaan.

Anggapan yang berkonotasi negatif muncul karena adanya kesalahpahaman di dalam masyarakat terhadap perbedaan istilah antara Hacker dan Cracker. Beberapa kelompok mencoba memahami bahwa sistem terminologi peretaslah yang menyebabkan munculnya kerugian terhadap pihak – pihak tertentu seperti mencoba mengubah tampilan terhadap sebuah situs web / ‘defacing’, menyisipkan kode – kode virus, dan lain sebagainya, padahal mereka adalah para Cracker sejati yang lihai dalam memanfaatkan celah – celah keamanan yang belum sempat diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak / ‘bug’ guna menyusup lalu merusak sebuah sistem. Karena alasan inilah maka sistem terminologi peretas dibagi menjadi dua golongan yaitu kelompok White Hat Hackers / Hacker sebenarnya dan kelompok Cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat.

Kelompok Hacker sejati selalu bekerjasama secara sukarela untuk mencari penyelesaian masalah dengan selanjutnya membangun sesuatu dimana mereka selalu saling berbagi informasi, memberikan jawaban serta berlomba – lomba melakukan perbuatan terbaik agar dihormati dalam lingkungannya. Mereka selalu bersemangat untuk belajar menjadi ahli dan anti dalam hal melakukan sesuatu yang berulang – ulang dan mudah memicu munculnya rasa bosan. Mereka memiliki pedoman kata – kata bijak “ untuk dapat berhasil keluar dan menemukan sebuah jalan petunjuk maka patuhi dan pandanglah ide – ide dari sang ahli – ikuti saran sang ahli – berjalanlah bersama sang ahli – kenali sikap perilaku sang ahli – jadilah sang ahli’.

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *