Teori Efek Fotolistrik (Fotoelektron)

Teori Efek Fotolistrik (Fotoelektron) – Sebelumnya, apakah kalian pernah mendengar efek fotolistrik? Dan bagaimana proses terjadinya? Mari simak artikel ini agar kalian dapat lebih memahami efek fotolistrik.

Sebelum lebih jauh mengenal efek fotolistrik, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu mengenai pengertiannya.

Efek fotolistrik (fotoelektron) merupakan kejadian pada suatu permukaan logam yang melepaskan elektron ketika disinari oleh suatu cahaya akibat dari penyerapan radiasi elektromagnetik berfrekuensi diatas ambangnya, yang dimana ini juga tergantung pada jenis dari permukaannya.

Adanya teori efek fotolistrik ini diawali dengan suatu eksperimen yang dilakukan oleh seorang iluwan pada akhir abad 19, yang mana bertujuan untuk mengamati fenomena radiasi.

Kemudian, hasil dari eksperimen ini adalah cahaya yang menumbuk pada permukaan suatu logam tertentu, dapat menyebabkan elektron terlepas dari permukaan logam tersebut.

Apabila frekuensi cahaya yang datang tinggi, maka yang terjadi adalah elektron tersebut dapat dikeluarkan dari permukaan logam, bahkan jika intensitas cahaya sangat rendah ataupun itu menyinari permukaan logam dengan hanya beberapa saat.

Namun, apabila frekuensi cahaya terlalu rendah, maka yang terjadi adalah tidak ada elektron yang dapat dikeluarkan, walaupun intensitas cahaya tersebut tinggi atau cahaya dapat menyinari dalam waktu yang lama.

Cahaya merupakan salah satu dari gelombang elektromagnetik yang mana bersifat sebagai partikel serta sebagai gelombang, hal ini dikarenakan cahaya juga melakukan peristiwa difraksi, polarisasi, dan interferensi.

Perlu kita ketahui bahwa efek fotolistrik ini membutuhkan suatu foton dengan energi dari beberapa elektronvolt hingga lebih dari 1 MeV unsur yang memiliki nomor atom tinggi.

Apakah kalian tau tentang foton? Foton merupakan suatu partikel radiasi elektromagnetik yang memiliki massa 0 dan dapat membawa kuantum dari energi.

Energi dari foton cahaya ini dapat dikuantisasi yang disesuaikan dengan persamaan E = hv, dimana E merupakan energi minimum yang diperlukan agar elektron pada logam dapat dikeluarkan.

Apabila frekuensi cahaya itu v, dibawah frekuensi ambang batas, maka energi tidak akan cukup untuk menyebabkan keluarnya elektron.

Namun, apabila frekuensi sama dengan atau bahkan lebih tinggi dari frekuensi ambang, maka elektron dapat dikeluarkan.

Demikianlah pembahasan artikel mengenai pengertian dan teori efek fotolistrik (fotoelektron), semoga dapat menambah ilmu serta wawasan bagi kita semua yang membacanya.

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *