Langkah Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan

Langkah pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah harus maksimal.  Karena ini syarat terjadinya pembentukan karakter siswa.

Langkah Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan
Langkah Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan

Tidak dipungkiri, peserta didik datang dari latar belakang keluarga yang berbeda. Masalah yang ikut serta juga unik dan khas sehingga membutuhkan penanganan yang eksklusif.

Langkah-Langkah Pelaksanaan BP

Agar tujuan layanan BK atau BP tercapai, tentu dibutuhkan langkah-langkah khusus dalam pelaksanaannya. Berikut ini, penjelasan tentang langkah tersebut, yaitu:

1. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah adalah mencermati segala tingkah laku siswa. Jika terjadi perubahan sikap, berarti sedang terjadi sesuatu dengan anak tersebut. Dalam konteks ini, guru BP harus awas dan piawai dalam melihat gelagat anak didiknya.

Jika perubahan perilaku anak sudah terlihat, guru segera melakukan analisis. Supaya tindakan evaluasi bisa dilakukan dengan cepat.

2. Diagnosis

Langkah pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan yang selanjutnya adalah melakukan diagnosis. Pada tahap ini, guru BP harus melakukan cek dan kroscek penyebab perubahan perilaku siswa. Biasanya, etape ini disertai dengan metode pengumpulan data. Supaya bahan evaluasi menjadi jelas tidak bias.

Untuk diagnosis ini, tidak cukup jika mengorek keterangan semata dari anak. Orang tua, guru dan lingkungannya, juga bisa dijadikan objek diagnosis. Setelah data terkumpul, lalu diajukan sintesis awal terkait perubahan perilaku siswa. Apakah berhubungan atau sebaliknya.

3. Prognosis

Prognosis merupakan “urun rembuk” antara guru BP dengan orang tua pasal pemberian layanan bantuan kepada anak. Di sini, guru atau konselor menjelaskan perubahan tingkah laku anak dan layanan yang cocok diberikan kepadanya.

4. Pemberian Bantuan

Langkah keempat ini adalah lanjutan dari prognosis. Yaitu mulai memberikan bantuan ketika penawaran layanan sudah disetujui orang tua. Langkah pertama yang harus dipenuhi adalah guru harus meyakinkan kalau masalah anak akan dirahasiakan.

Langkah pemberian bantuan ini, waktunya relatif. Bisa sebentar, bisa berbulan-bulan. Semuanya tergantung kondisi masalah yang dialami siswa.

5. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Langkah yang terakhir adalah pengumpulan data bantuan untuk dijadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut. Metodenya bermacam-macam. Bisa dengan angket, interview maupun dengan dokumentasi selama bantuan diberikan.

Fungsi evaluasi ini adalah memastikan apakah tujuan bantuan layanan berhasil atau gagal. Ini juga berkaitan dengan program layanan yang dimaksud. Apakah dilanjutkan atau justru dihentikan.

Itulah langkah pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa di sekolah. Semoga menjadi tambahan wawasan Anda.

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *