Pengertian dan faktor yang mempengaruhi Fotosintesis

Pengertian dan faktor yang mempengaruhi Fotosintesis – Kata fotosintesis diambil dari bahasa Yunani, yakni kata foto yang berarti “cahaya” dan synthesis yang artinya “penggabungan”.

Adapun bila dirunut dengan istilah dari fotosintesis ini bisa diartikan menjadi suatu proses biokimia yang dilakukan pada tumbuhan dalam bentuk zat makanan melewati bantuan dari cahaya matahari.
Proses fotosintesis sendiri ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting, yakni berbentuk faktor internal ataupun faktor eksternal.

Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis

Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang mempengaruhi fotosintesis, maka lebih dulu silahkan untuk memperhatikan rumus dari laju fotosintesisi dalam gambar berikut !

Dengan gambar diatas tersebut, diketahui bahwa di dalam melakukan proses fotosintesisi tumbuhan pasti memerlukan air, karbondioksida, klorofil, dan cahaya matahari guna menghasilkan karbondioksida atau energi. Unsur – unsur inilah sebagai faktor yang berpengaruh pada laju maupun kecepatan fotosintesis. Berikut ini adalah faktor-faktor tersebut :

Konsentrasi Karbondioksida

Konsentrasi karbondioksida adalah faktor eksternal yang sangat mempengaruhi laju dari fotosintesis tumbuhan. Karena terbatasnya ketersediaan ini, yaitu hanya berkisar 0,03% di atmosfir menghasilkan tumbuhan yang saling bersaing guna menyerapnya menuju dalam klorofil melewati stomata. Jika semakin besar konsentrasi karbondioksida ini di udara, maka laju dari fotosintesis pun akan semakin besar pula.

Ketersediaan Air

Air adalah salah satu jenis kebutuhan dasar untuk tumbuhan guna bisa melakukan fotosintesis . air memiliki fungsi utama menjadi bahan baku di dalam proses fotosintesis, selain itu pun karbondioksida. Selain tersebut, tumbuhan pun memerlukan air guna proses transpirasi. Apaila kekurangan air, maka stomata pada daun dengan sendirinya akan menutup dan membuat karbondioksida tidka bisa terserap serta masuk dalam kloroplas.

Cahaya

Cahaya termasuk dalam bagian dari faktor yang mempengaruhi fotosintesis. Menurut sifatnya, faktor cahaya ini dibagi menjadi sejumlah sub faktor, antara lain intensitas cahaya, lalu panjang gelombang cahaya, serta lama penyinarannya. Berkut ini penjelasan dari ketiga sub faktor tersbut :

  1. Insensitas cahaya. Faktor ini ialah yang sangat berpengaruh bagi fotosintesis tumbuhan. Semakin rendah insensitas cahaya tersebut yang diterima tumbuhan ini, maka akan semakin sulit juga tumbuhan tersebut di dalam melakukan fotosintesis. Di dalam insensitas cahaya yang rendah, tumbuhan yang menyerap energi tersebut tidak mampun mencukup untuk bisa diubah menjadi sebuah energi biokimia.
  2. Panjang gelombang. Panjang gelombang dari cahaya ditunjukkan melewati spectrum, antara lain ialah cahaya warna kuning, merah, hijau, biru dan jingga. Masing – masing tersebut yang dilakukan oleh spectrum warna tersebut yang akan mempengaruhi terhadap laju dari proses fotosintesis.
  3. Lama penyinaran. Disejumlah belahan dunia ini, penyinaran dari mataharu yang bisa berlangsung bisa lebih dari 12 ajam per harinya. Di sejumlah daerah tersebut, proses dari fotosintesis yang dilaksanakan pada tumbuhan pun akan berlangsung dengan terus menerus.

Klorofil

Klorofil atau bernama zat hijau daun ialah suatu pigmen warna yang ada di dalam kloroplas daun serta dipakai menjadi katalisator pada proses fotosintesis. Tanpa adanya klorofil, maka fotosintesis ini akan berlangsung paling lambat hingga tidak bisa terjadi sampai proses tumbuhan ini kehabisan energi. Sebab ada di dalam bagian tumbuhan, maka klorofil pun bisa dikenal dengan faktor internal yang dapat mempengaruhi proses fotosintesis.

Unsur Hara

Unsur hara ialah sumber nutrisi utama yang diperlukan tumbuhan di dalam melakukan metabolismenya. Unsur hara ialah mineral ataupun bahan organic yang bisa didapat melewati penyerapan pada akar dari dalam tanah.

Suhu

Suhu udara yang ada di sekitar tumbuhan pun menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis. Suhu yang terlalu tinggi ini akan membuat daun menutup sebagian besar dari stomatanya guna meminimalkan laju dari transpirasi atau penguapan. Proses ini menyebabkan karbondioksida tidak bisa disera daun serta proses fotosintesisnya akan mengalami perlambatan. Sedangkan itu, jika suhu ini terlalu rendah, maka air yang ada dalam tumbuhan akan memebeku jadi sirkulasi hara dari akar akan menuju daun ini tidak bisa terjadi.

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *