Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit – Hmm, Kunyit. Pernah dengar? Atau anda sudah tahu? Yakin? Memangnya seberapa besar kalian tahu tentang tanaman ini? Kalaupun sudah tahu, tidak ada salahnya kan membaca artikel tentang Kunyit lagi, mungkin saja pengetahuan baru akan muncul dan anda dapatkan! Yuk, kita simak artikel seputar tanaman Kunyit berikut ini!

Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit
Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit

Tanaman Kunyit (Curcuma amada Roxb.) adalah tanaman yang sering digunakan sebagai obat-obatan tradisional untuk sebagian besar masyarakat. Sebagai obat tradisional, tanaman ini memiliki beragam khasiat efektif dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Dengan pengolahan yang telaten dan benar, tanaman Kunyit dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan panas demam, penurun tekanan darah, menghilangkan rasa gatal karena cacat air, meredakan penyakit malaria dan diare, bahkan penyakit borok serta keputihan.

Pada rimpang tanaman Kunyit, terdapat kandungan minyak asiri dengan senyawa antara lain:

  • Fellandrene
  • Sabinene
  • Sineol
  • Zingiberene
  • Turmeron
  • Kamfene
  • Kurkumin
  • Borneol
  • Kamfor
  • Sesquiterpene
  • Asam kafrilat
  • Asam metoksisinamat
  • Tolilmetil karbinol

Kandungan-kandungan tersebut dapat membuat kunyit melancarkan peredaran darah, anti-inflamasi, antibakteri serta melancarkan pengeluaran empedu pada tubuh kita.

Tanaman ini tidak hanya digunakan pada bidang kesehatan, Kunyit juga sering digunakan sebagai rempah-rempah pelengkap bumbu masak di dapur. Contoh masakan yang dilengkapi Kunyit di antara lain adalah gulai dan soto. Kunyit digunakan juga sebagai pewarna alami kuning pada masakan. Kunyit jika dikonsumsi secara rutin, akan dapat membantu melepaskan gas yang berlebih pada usus serta mencegah terjadinya penggumpalan pada darah.

Berikut ini merupakan klasifikasi Kunyit:

  • KINGDOM                          : Plantae (Tumbuhan)
  • SUB KINGDOM                  : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
  • SUPER DIVISI                      : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
  • DIVISI                                    : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • KELAS                                    : Liliopsida (Tumbuhan Monokotil)
  • SUB KELAS                           : Zingiberidae
  • ORDO                                    : Zingiberales
  • FAMILI                                  : Zingiberaceae
  • GENUS                                 : Curcuma L.
  • SPECIES                                : Curcuma amada Roxb.

(Referensi: plants.usda.gov – Plants Database)

Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian berkisar antara 40 – 100 cm. Untuk batangnya, tanaman kunyit memiliki batang bertipe semu dengan bentuk yang membundar dan tegak lurus vertikal. Batang tersebut membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan yang tersusun dari kumpulan pelapah daun yang saling membungkus. Karena batang tersusun dari pelapah daun, maka tekstur batang terasa agak lunak dibandingkan batang tanaman pada umumnya.

Daun dari tanaman Kunyit merupakan daun tunggal dengan bentuk daun bulat telur yang memanjang berukuran 10 – 40 cm untuk panjangnya, sedangkan lebarnya berkisar antara 8 – 12,5 cm. Daun Kunyit memiliki tipe tulang daun menyirip dengan warna hijau tua hingga pucat. Daun Kunyit dapat digunakan sebagai obat untuk menghaluskan kulit, membuat kulit bersinar, dan menjaga kulit tetap lembut serta menghilangkan noda seperti bintik-bintik hitam. Daun Kunyit ini juga diyakini dapat meringankan penyakit kulit bahkan mengobati luka luar seperti luka bakar. Manfaat ini muncul karena daun Kunyit mengandung antioksidan kuat bernama kurkumin.

Bunga dari tanaman Kunyit tergolong bunga majemuk dengan ciri berambut dan memiliki sisik-sisik pada pucuk batang semu, panjang bunga kira-kira 10 – 15 cm. Bunga Kunyit juga dilengkapi dengan mahkota dengan panjang 3 cm dan lebar 1,5 cm  dengan warna putih kekuningan. Ujung dan pangkal daun kelopak bunga terlihat runcing, namun tepi daun merata dari pangkal hingga ujung daun. Bagian dalamnya berupa rimpang dengan bagian yang berbeda dari rimpang lainnya, dalamnya berwarna jingga kekuningan atau jingga pucat tergantung dari varietasnya.

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *