Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Nilam

Tanaman nilam merupakan tanman semak tropis yang dapat menghasilkan sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama (minyak nilam). Tanaman nilam biasa dimanfaatkan bagian daunnya untuk kemudian dilakukan ekstraksi minyaknya lalu diolah menjadi pewangi, bagan dupa, anti serangga, hingga digunakan pada industri kosmetik. Kebiasaan mengolah tanaman nilam ini telah berlangsung lama sejak beradab-abad yang lalu.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Nilam
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Nilam

Indonesia merupakan negara pemasok tanaman nilam terbesar di pasar internasional dengan kontribusi hingga 90 persen. Tanaman nilam di Indonesia sendiri memiliki banyak varietas. Varietas sidikalang hingga saat ini merupakan varietas yang lebih banyak dikultivasi karena memiliki kandungan minyak yang paling tinggi dan kualitasnya paling baik.

Selain memiliki kandungan minyak astiri, tanaman nilam juga memiliki kandungan kimia lain seperti tanim, saponin, flavonoida, steroid, dan terpenoid. Tanaman ini juga mempunyai kandungan alkohol yang fungsinya sebagai bahan baku anti bakteri. Untuk mengenal lebih jauh tentang tanaman nilam, berikut adalah klasifikasi dan morfologi tanaman nilam.

Tanaman nilam banyak tumbuh pada lahan yang teduh, hangat, dan lembab. Jika terkena sinar matahari secara langsung, tanaman nilam akan mudah layu hingga kekurangan air. Bunga pada tanaman nilam dapat menyebarkan bau wangi yang sangat kuat. Tinggi tanaman nilam bisa mencapai hingga satu meter lebih sebab tanaman nilam merupakan tanaman semak.

Waktu yang baik jika kita ingin menanam nilam adalah awal musim hujan. Dan juga waktu panen terbaik adalah setiap 4 bulan atau pada saat umur tanaman nilam telah mencapai 6 bulan. Cara yang terbaik untuk budidaya tanaman nilam adalah dengan cara vegetatif.

Klasifikasi Tanaman Nilam

Tanaman nilam memiliki nama ilmiah berupa Pogostemon cablin benth. Klasifikasinya adalah sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Super Divisi : Embryophyta
  • Divisi : Tracheophyta
  • Sub Divisi : Spermatophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Super Ordo : Asteranae
  • Ordo : Lamiales
  • Family : Lamiaceae
  • Genus : Pogostemon Desf.
  • Spesies : Pogostemon cablin (Blanco) Benth

Baca Juga : Morfologi Bunga Tasbih

Morfologi Tanaman Nilam

  1. Morfologi Akar

Akar tanaman nilam merupakan akar serabut yang memiliki bau yang wangi dan tumbuhnya menjalar di dalam tanah. Akar sekunder pada tanaman nilam yang sudah dewasa akan menyebar sekitar 20 hingga 30 cm di bawah permukaan tanah.

Pada tanaman nilam yang asalnya dari perbanyakan vegetatif atau stek biasanya akan memiliki akar serabut yang lebih kuat yang menyebabkan tanaman nilam dapat berdiri tegak dan kokoh.

  1. Morfologi Batang

Batang tanaman nilam merupakan batang berkayu yang memiliki panjang sekitar 20 hingga 40 cm dan memiliki diameter sekitar 10 hingga 20 mm.

Sistem percabangan pada tanaman ini bertingkat dan mengelilingi batang. Per tingkat biasanya memilki 3 hingga 5 cabang. Tinggi tanaman nilam bisa mencapai 1 meter dengan lebar radius cabangnya kurang lebih 60 sentimeter jika tanamannya telah berusia 6 bulan.

  1. Morfologi Daun

Daun pada tanaman nilam bentuknya bulat oval hingga bulat panjang atau lonjong. Pada beberapa tanaman ada juga yang berbentuk menyerupai jantung.

Ukuran daun nilam beragam mulai dari 5 hingga 10 cm. Daunnya berwarna hijau dan tipis serta tidak kaku. Terdapat bulu-bulu dan teksturnya kasar pada bagian permukaan daun. Letak duduk daunnya saling berhadap-hadapan dan tumpul pada bagian ujung daun.

Urat daunnnya menonjol keluar. Daun yang melekat pada ranting sebagian besar hampir selalu berpasangan satu sama lain.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Pegagan

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *