Perbedaan Antara Varietas Sintetis dan Varietas Komposit

Perbedaan Antara Varietas Sintetis dan Varietas Komposit – Mendengar kata varietas pasti tidak jauh-jauh dari tanaman.

Varietas itu sendiri adalah pengelompokan yang dilihat dari segi bentuk, pertumbuhan, daun, bunga, biji dan ekspresi karakteristik genotip atau kombinasi genotip yang dapat membedakan dari jenis atau spesies yang sama sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan.

Dari segi cara pembuatannya varietas bersari digolongkan menjadi dua yakni varietas sintetis dan varietas komposit. Kali ini saya akan membahas tentang perbadaan dari keduanya.

Varietas Sintetis

  1. Varietas sistesis adalah hasil perkawinana persilangan campuran dari beberapa bahan indukan yang telah mengalami beberapa macam cara persilangan.
  2. Breeding material dapat berupa galur-galur, inbred, klon, mapun varietas yang telah diketahui potensi genetiknya
  3. Kategorinya masuk dalam inter-varietal crossing ( karena menggunakan berbagai macam persilangan)

Langkah-langkah pembentukan Varietas Sintetis

  1. Memiliki beberapa galur inbred atau beberapa nomor generasi pertama dari hasil penyerbukan sendiri
  2. Melakukan pengujian daya berkombinasi dari breeding material dengan melakukan testcross, terutama untuk daya gabung umum. Dari hasil uji ini dipilihlah nomor atau galur yang memenuhi criteria seleksi yang ditetapkan.
  3. Malukan persilangan campuran (intercross) dari galur atau nomor-nomor yang terpilih tersebut. biji hasil persilangan ini dinamakan generasi sintetik-0 (Sin-0)
  4. Menanam kembali biji-biji dari Sin-0 dan dibiarkan terjadi random mating di antara individu dalam populasi tersebut. hasil biji yang diperoleh disebut sebagai biji varietas Sin-1 (Sintetik-1)

Varietas Komposit

  1. Varietas komposit adalah persilangan campuran lebih dari dua varietas yang sudah mengalami persilangan acak lebih dari lima kali.
  2. Merupakan kategori inter-varietal crossing karena merupakan hasil dari persilangan campuran generasi lanjut dari berbagai indukan.
  3. Sebelum dilakukan inter-cross, tidak dilakukan uji daya berkombinasi terhadap breeding material yang digunakan.

Langkah- langkah pembentukan Varietas Komposit

  1. Tanaman penyerbuk silang : setiap individu tanaman adalah hibrida, sehinga biji tanaman akan beragam dan mengalami segregasi pada generasi berikutnya.
  2. Bila tanaman terpilih dari populasi segregasi ditanam bersama akan terjadi random mating dan akan terjadi akumulasi gen-gen yang diinginkan
  3. Biji hasil intercross, pada saat panen dicampur tanpa adanya seleksi secara khusus, kemudian digunakan sebagai bahan tanam musim berikutnya. Dilakukan demikian seterusnya sampai generasi ke-4 atau ke-5
  4. Pada pertanaman generasi ke-4 atau ke-5 tersebut baru dilakukan seleksi terhadap individu tanaman yang sesuai dengan criteria seleksi.
  5. Individu terpilih ditanam terpisah dan dilakukan intercross.
  6. Biji yang dihasilkan merupakan benih varietas komposit

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Wortel

You May Also Like

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *