Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat

Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat – Untuk sejarah filsafat, utamanya filsafat barat datang di Yunani sudah sejak abad yang ke 7 SM. Filsafat Yunani ini hadir pada waktu orang-orang mulai berfikir dan juga mulai untuk saling berdiskusi tentang keadaan alam, dunia, dan juga lingkungan yang terdapat di sekitar mereka. Dan di dalam mencari jawabannya tidak menggantungkan diri pada agama.

Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat
Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat

Banyak juga yang menanyakan alasan filsafat bisa muncul di Yunani, dan bukan muncul di daerah lainnya yang dinilai lebih beradab. Diantaranya seperti Babilonia, Israel atau di Mesir. Alasannya yaitu karena Yunani tidak menerapkan sistem kasta pendeta. Dengan demikian intelektual tidak dibatasi.

Thales merupakan pertama kalinya orang dari Yunani yang diberi gelar filsuf dari daerah Mileta, yang saat ini adalah daerah pesisir barat Turki.

Akan tetapi, filsuf-filsuf Yunani yang terbesar serta yang populer yaitu Plato, Sokrates, serta Aristoteles. Sokrates termasuk guru besar dari Plato.

Kemudian Aristoteles merupakan murid dari Plato. Sedangkan untuk buku karangan dari Plato yang terpopuler serta ajarannya juga memiliki pengaruh yang begitu besar pada bidang filsafat dengan judul etika, republik, apologi, phaedo, serta krito.

Ciri-Ciri Filsafat

Clarence I. Lewis yang merupakan seorang ahli logika berpendapat jika filsafat adalah suatu proses refleksi dari akal yang berkerja. Dimana di dalam prosesnya ada berbagai macam kegiatan. Sedangkan untuk ciri-ciri pemikiran filsafat yaitu sebagai berikut:

  1. Bersifat Universal

Pemikiran filsafat sifatnya memang cenderung umum atau universal. Yang mana tidak ada kaitannya dengan objek yang sifatnya khusus. Contohnya saja pemikiran akan manusia, kebebasan, keadilan dan masih banyak lagi yang lainnya.

  1. Tidak Faktual

Ciri selanjutnya yaitu tidak faktual. Tidak faktual disini merupakan sesuatu yang spekulatif dengan menciptakan bermacam dugaan yang dinilai masuk akal mengenai suatu hal. Tapoi dugaan yang dibuat ini tanpa ada bukti. Sebab, sudah melewati batas dari fakta-fakta ilmiah.

  1. Ada Kaitannya dengan Nilai

Pengertian filsafat menurut C. J. Ducasse yakni merupakan usaha manusia di dalam mencari pengetahuan. Diantaranya berupa fakta-fakta yang dikatakan sebagai penilaian.

Penilaian disini adalah sesuatu yang baik dan juga yang buruk, susila serta asusila. Hingga pada akhirnya filsafat adalah suatu usaha di dalam mempertahankan nilai-nilai.

  1. Berhubungan dengan Arti

Setiap hal yang mempunyai nilai pastinya mempunyai arti. Itulah mengapa para filsuf menciptakan bermacam kalimat yang logis serta bahasa yang ilmiah atau yang tepat, supaya ide-ide tersebut sarat dengan arti.

  1. Implikatif

Pemikiran filsafat pasti akan ada akibat atau implikasi. Dengan demikian diharapkan akan bisa menghasilkan pemikiran baru yang dinilai dinamis serta bisa menyuburkan intelektual.

Tujuan Filsafat

Harus anda tahu jika tujuan filsafat yaitu untuk mencari hakikat kebenaran sesuatu. Entah itu dalam kebebaran berfikir atau logika, berperilaku atau etika dan metafisika atau hakikat keaslian.

Maka dari itu, dengan berfilsafat, seseorang bisa menjadi manusia dengan nilai yang lebih. Sebab, selalu melakukan perenungan untuk menganalisa hakikat jasmani serta menghasilkan hakikat rohani manusia pada kehidupan dunia supaya melakukan tindakan yang lebih bijaksana.

Dengan berfilsafat, maka seseorang juga bisa lebih memaknai makna hakikat hidup dari manusia. Entah itu dalam lingkup pribadi ataupun sosial.

Kebiasaan menganalisis berbagai hal di dalam hidup seperti halnya yang diajarkan pada metode berfilsafat. Disini bisa membuat seseorang bisa menjadi lebih cerdas, kritis, lebih sistematis, serta objektif untuk melihat serta memecahkan berbagai macam permasalahan kehidupan. Dengan demikian bisa meraih kualitas, kelebihan serta hidup yang lebih bahagia.

About the Author: jurirakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *